Kuliah Umum Magister Pendidikan Matematika Universitas Jambi: Pembelajaran Matematika Berbasis Hypothetical Learning Trajectory

Telanaipura, Jambi — Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Jambi sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertema Pembelajaran Matematika Berbasis Hypothetical Learning Trajectory pada Selasa, 19 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring). Peserta yang mengikuti kegiatan secara luring di Aula Pascasarjana Gedung B Kampus Telanai berjumlah 130 orang, dan peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting mencapai 115 orang.

Kegiatan dimulai dengan laporan yang disampaikan oleh Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Dr. Rohati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peserta kuliah umum ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, seperti Jambi, Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Riau, dan Makassar. Beliau juga menekankan pentingnya perencanaan untuk meraih keberhasilan, sejalan dengan kutipan Benjamin Franklin, “By failing to prepare, you are preparing to fail.” Kuliah umum ini, lanjutnya, bertujuan mendorong mahasiswa agar tepat waktu menyelesaikan studi, memperkuat kompetensi akademik mahasiswa dan pendidik, serta menjadi sarana berbagi pengetahuan.

Selanjutnya, acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Supian Ramli, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, Beliau mengapresiasi Program Studi Magister Pendidikan Matematika yang dinilainya paling aktif menyelenggarakan kegiatan ilmiah dan menyebarluaskannya melalui media sosial. Prof. Supian juga memuji mahasiswa yang memilih program ini meski matematika kerap dianggap rumit. Menurut Beliau, hadirnya metode inovatif seperti Hypothetical Learning Trajectory (HTL) dapat menyederhanakan proses belajar matematika yang rumit itu. Beliau menambahkan bahwa adanya narasumber dalam kegiatan akademik sangat membantu memberi contoh nyata pembelajaran sederhana di sekolah, serta mendorong guru untuk terus belajar dan menerapkannya. Di akhir sambutan, Prof. Supian berharap ke depan dibuka Program Studi Doktoral (S3) Pendidikan Matematika sehingga ruang pengembangan ilmu semakin luas.

Kegiatan inti kuliah umum ini menghadirkan Dr. Ardhi Prabowo, M.Pd., dosen dan peneliti dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh moderator kondang, Dr. Duano Sapta Nusantara, S.Pd., yang berperan mengatur jalannya kegiatan sehingga interaktif dan kondusif. Dalam pemaparannya yang berjudul Lesson Plan, HLT, and Research Ideas, Dr. Ardhi mengulas secara mendalam konsep HLT sebagai kerangka perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan tujuan pembelajaran, prediksi perkembangan pemahaman siswa, serta rancangan aktivitas belajar, yang disajikan dalam dua sesi: sesi I membahas Konsep dan Teori HLT, sedangkan sesi II mengulas ide-ide penelitian terkait HLT. Dengan latar belakang sebagai pendidik dan peneliti aktif yang kerap menjadi narasumber di berbagai seminar nasional maupun internasional, penulis artikel ilmiah di jurnal bereputasi, serta fasilitator pelatihan guru di bidang inovasi pembelajaran matematika, Beliau menekankan bahwa HLT bukan sekedar panduan teknis, melainkan peta konseptual yang membantu guru mengantisipasi berbagai respons siswa dan menyesuaikan strategi pengajaran. HLT penting dalam pendekatan Design Research dan sering digunakan dalam pengembangan didactical design, yang kemudian juga menjadi fokus penelitian Beliau di samping kajian pengembangan kurikulum, pembelajaran matematika berbasis masalah, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran. Berdasarkan pengalamannya sebagai fasilitator nasional, peneliti, dan editor jurnal ilmiah, Dr. Ardhi mengungkap bahwa HLT telah digunakan untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa. Dengan pendekatan ini, pendidik dapat mengantisipasi potensi kesulitan maupun keberhasilan siswa dalam memahami materi, serta menyesuaikan strategi pengajaran secara dinamis. HLT menjadi jembatan antara teori pembelajaran dan praktik di kelas, sekaligus membuka peluang penelitian baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Dr. Ardhi juga membagikan pengalamannya dalam merancang Rencana Pembelajaran berbasis HLT dalam konteks Geometri, strategi mengembangkan lintasan belajar hipotetis yang selaras dengan kemampuan awal dan target kompetensi siswa, serta peluang penelitian yang relevan bagi guru, mahasiswa, dan peneliti pendidikan matematika yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta, baik luring maupun daring, berkesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari teknis penyusunan HLT hingga implementasinya dalam situasi pembelajaran nyata.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan calon peneliti di bidang pendidikan matematika dapat lebih memahami konsep dan praktik Hypothetical Learning Trajectory, serta terdorong untuk mengembangkan ide-ide penelitian inovatif yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di abad ke-21.

Posted in Uncategorized | Leave a comment